Minggu, 22 Mei 2011

Blitar - Wisata Kuliner

Blitar, baik kota maupun kabupaten, merupakan salah satu daerah utama tujuan wisata di provinsi Jawa Timur. Selain karena memiliki sejumlah objek wisata yang berkaitan dengan sejarah bangsa Indonesia, juga keindahan panorama alamnya, Blitar juga dikenal sebagai gudangnya kuliner yang sudah terkenal hingga ke seluruh Nusantara.
Sebut saja nasi pecel Mbok Bari, soto ayam Fauzi, Depot Es Mini, Bakso Gangsar, Mie Ayam Solo, Panglima Cafe, Lesehan Presiden, Mak Ti, Mak Nyak, dan masih banyak lainnya. Belum lagi sejumlah makanan olahan yang terkenal dan biasa menjadi oleh-oleh kepada orang-orang yang memang hobi dengan kuliner khas dan tradisional.

Untuk pertama, silakan berkunjung ke warung nasi pecel Mbok Bari. Warung nasi pecel ini dapat dikategorikan legendaris karena memiliki rasa khas dibandingkan dengan warung pecel lainnya yang bertebaran di seluruh Kota Blitar. warung pecel Mbok Bari kini mempunyai 6 cabang dan yang paling terkenal sekaligus terdahulu, sejak tahun 1964 berada di jalan Ir. Soekarno.
Aroma nasi pecel ini dijamin mantap jaya, dengan aneka sayuran yang dipastikan cocok bagi Anda yang vegetarian. Menu utama itu biasanya menjadi lengkap jika ditambah dengan lauk pauk, misalnya rempeyek. Sedangkan minumannya bervariasi dengan harga yang masih dapat terjangkau kantong. Namun jika Anda ingin menikmatinya, maka jangan heran jika Anda harus mengantri karena pelanggan warung nasi pecel ini dari berbagai jenis kalangan, mulai dari kalangan bawah hingga pejabat daerah. Khusus bagi Anda yang menginginkan lauk rempeyek uceng, sejumlah rumah makan yang tersebar di wilayah Wlingi dan Garum bisa menjadi jujugan.

Jika Anda masih merasa kurang. Anda dapat melanjutkan makan di soto ayam Fauzi, yang terletak di jalan Dr. Wahidin No 38, Kota Blitar. Menu utamanya, soto kuah bersanding dengan kaldu dan sawiran daging ayam kampung serta taburan bubuk koyah. Atau Anda dapat mengunjungi soto daging Mbok Ireng, soto daging yang dihidangkan pada mangkok kecil yang berada di jalan Kelud tak jauh dari soto ayam Fauzi.
Jika Anda ingin berkelana ke luar Kota Bliar, kunjungi pula warung Bu Tut di pasar Kademangan, dengan menu andalannya soto, rawon dan gule. Juga Warung Pojok Kademangan milik Bu Patemi, dengan menu seragam dengan warung Bu Tut. Agak sedikit lebih keluar, silakan berkunjung pula ke warung Mak Ti yang menyajikan beragam menu masakan ikan sungai, di Desa Minggirsari, Kanigoro. Uniknya, warung Mak Ti ini membandrol harga dagangannya hanya Rp5.000an (jika sekarang belum naik, hehehe) saja, dan Anda dapat makan sepuasnya. Dan bagi Anda penggila makanan pedas, rumah makan Bu Martumi di Pasar Dayu, Nglegok dapat menjadi pilihan.

Jika menginginkan berburu makanan dengan santai, beragam rumah makan seperti Lesehan Presiden, Panglima Cafe, Cafe Barong, Fresh, Mak Nyak, Ayam Bakar Bu Mamiek, rumah makan Retno hingga Depot Es Mini, dapat menjadi alternatif pilihan dengan beragam menu yang ditawarkan. Semuanya terletak di dalam Kota Blitar, dan mudah ditemui. Terlebih bagi Anda yang memiliki peta Kota Blitar atau diantarkan oleh pemandu wisata.

Anda ingin variasi lainnya? Anda dapat mencoba aneka makanan sate, yang tersebar di seluruh Kota Blitar. Tetapi yang terkenal justru yang terletak di Desa Sumber, Sanankulon. Atau Anda ingin mencicipi mie ayam Solo, bakso Gangsar, dan lain sebagainya yang dijamin dapat mengundang selera sekaligus memenuhi isi perut Anda. Dan, alangkah lebih lengkap juga mencicipi ES PLERET yang tersebar di seluruh wilayah kota Blitar, yang menjadi ciri khas Kota Blitar.

Jangan dilupakan pula, jika Anda ingin kembali ke daerah asal, mampirlah membeli oleh-oleh panganan olahan khas Blitar, seperti wajik kletik Bu Prayitno, koyah, opak gambir, dan lain sebagainya. Harganya relatif terjangkau dan akan membuat Anda selalu ingin ke Blitar untuk memburu sejumlah makan atau kuliner yang lainnya. (Dikutip dari Majalah Buletin Bung Karno Th. II/Vol. IV/2010)

3 komentar:

  1. Wah, ,sip ki artikel e. . Nulis dewe opo piye ki??

    Mau nambahin. . Sambel bledeg sing ning jalan cemara kok gak enek,nang?? hehehehe.

    Pisan follow aku yo. .

    BalasHapus
  2. bener wi. sambel bledheg :D

    BalasHapus
  3. Iyo yo, sambel bledeg mantap jaya.. sip2.. hahaha :D

    BalasHapus